Jumat, 22 Januari 2010

Studi Kasus SQL : Penggajian dan Absensi Karyawan

Dalam suatu aplikasi di sebuah perusahaan biasanya dilengkapi dengan aplikasi absensi karyawan yang dalam implementasinya mengikuti teknologi yang ada misalnya dengan menggunakan barcode, finggerprint atau dinput manual. Terlepas dari itu semua, akhir dari aplikasi tersebut semuanya berujung pada penggajian karyawan.
Berikut ini contoh tabel penggajian karyawan beserta tanya jawab SQL yang sangat berguna untuk kepentingan laporan keuangan serta operasional perusahaan.

Keterangan fungsi Tabel

No Nama Tabel Fungsi
1 TAbsen Untuk menyimpan data absensi karyawan
2 TKry Untuk menyimpan data karyawan
3 TUser Untuk menyimpan data karyawan bagian keuangan yang mengoprasikan aplikasi penggajian
4 TStatus Untuk menyimpan data Status karyawan, tabel ini berkaitan dengan tunjangan karyawan berdasarkan status, misalkan status menikah dengan 2 anak maka tunjangannya berbeda dengan menikah tanpa anak dan seterusnya.
5 TJabatan Untuk menyimpan deskripsi jabatan serta tunjangan yang diberikan berkaitan dengan jabatan tersebut
6 Tkonstanta Untuk menyimpan variabel yang bersifat konstan seperti besarnya uang makan yang selalu berubah mengikuti perkembangan jaman.
7 TLog Untuk menyimpan data user saat login yang digunakan untuk memantau aktifitas user serta digunakan untuk merekam user yang menggunakan aplikasi ini

Pertanyaan dan Jawaban Query
Penggajian dan Absensi Karyawan

1. Inputkan 1 data karyawan ke Tkry
Jawab
Insert into TKry values (‘2000’,’Dewi’,’Kuningan’,’01’,’3340230’,’12-10-2007’, ’27-01-1990’,’01’,’1000000’,’0’)
2. Inputkan 1 data karyawan ke Tkry tanpa data notelp dan tgllahir
Jawab
Insert into Tkry (nip,nama,alamat,kodestatus,tglmasuk, kodejabatan,gajipokok,statusmasuk) values (‘2001’,’Agus’,’Kuningan’,’01’,’12-10-2007’,’01’,’1000000’,’0’)
3. Inputkan 2 data karyawan ke Tkry sekaligus
Jawab
Insert into Tkry values
(‘2002’,’Banu’,’cirebon’,’01’,’3999230’,’11-10-2007’, ’22-01-1988’,’01’,’1000000’,’0’),
(‘2003’,’Andi’,’cirebon’,’01’,’2023230’,’11-10-2007’, ’122-01-1978’,’01’,’1000000’,’0’)
4. Editlah data karyawan dengan Nip 2001 gantilah alamat kuningan menjadi cirebon
Jawab
Update Tkry set alamat=’Cirebon’ where nip=’2001’
5. Hapuslah data karyawan dengan nama Agus dan Nip 2001
Jawab
Delete from Tkry where nip=’2001’
6. Tampilkan semua data karyawan
Jawab
Select * from TKry
7. Tampilkan data absensi bulan januari 2009
Jawab
SELECT tkry.nama, count(tabsen.nip) as jumlah_absen
from tkry,tabsen
where tkry.nip=tabsen.nip and tabsen.tgl like ‘%01-2009’
group by tkry.nama
8. Tampilkan data gaji bulan januari 2009
Jawab
SELECT Tkry.Nama, (tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as GAJI_Bersih
from tkry,tgaji
where tkry.nip=tgaji.nip and tgaji.bulan=’01/2009’
9. Tampilkan karyawan yang tidak masuk hari ini
Jawab
Select tkry.Nip, tkry.Nama from tkry,tabsen
where tkry.statusmasuk=’0’ and
tabsen.tgl=’02/01/2009’ and
tkry.nip=tabsen.nip
10. Tampilkan data gaji karyawan yang tidak mempunyai tunjangan dengan format Nip, Nama, gaji_bersih
Jawab
select tkry.nip, tkry.nama, (tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as GAJI_Bersih
from tkry, tgaji
where
(tunjanganstatus+tunjanganjabatan)=0 and
Tkry.nip=tabsen.nip and
Tabsen.bulan=’01/2009’
11. Tampilkan data gaji karyawan yang tunjangannya kurang dari 1 juta dengan format Nip, Nama, gaji_bersih
Jawab
select tkry.nip, tkry.nama, (tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as GAJI_Bersih
from tkry, tgaji
where
(tunjanganstatus+tunjanganjabatan)<1000000 and
Tkry.nip=tabsen.nip and
Tabsen.bulan=’01/2009’
12. Tampilkan data gaji karyawan yang pajak pph21 kurang dari 100 ribu dengan format Nip, Nama, gaji_bersih
Jawab
select tkry.nip, tkry.nama, (tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as GAJI_Bersih
from tkry, tgaji
where
tabsen.pph21 <=100000 and
Tkry.nip=tabsen.nip and
Tabsen.bulan=’01/2009’
13. Tampilkan data log user bulan januari 2009
Jawab
Select * from tlog where tgl like ‘%01/2009’
14. Tampilkan data karyawan yang mempunyai 1 anak
Jawab
Select * from tkry,tstatus
Where tkry.kodestatus=tstatus.kodestatus and
Tstatus.jumlahanak=’1’
15. Tampilkan data karyawan yang jabatannya staff
Jawab
Select * from tkry, tjabatan
Where tkry.kodejabatan=tjabatan.kodejabatan and
Jabatan=’staff’
16. Tampilkan data gaji karyawan yang masih singel dengan format Nip, Nama, gaji_bersih
Jawab
select tkry.nip, tkry.nama,(tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as GAJI_Bersih
from tkry, tgaji, tstatus
where
Tkry.nip=tabsen.nip and
Tkry.kodestatus=tstatus.kodestatus and
Tstatus.status=’singel’ and
Tabsen.bulan=’01/2009’
17. Tampilkan data karyawan yang tinggal di cirebon
Jawab
Select * from tkry where alamat like ’%cirebon’
18. Tampilkan Jumlah total uang yang harus dibayarkan kepada karyawan, jumlah total pajak yang harus disetorkan dan jumlah total infaq yang harus didistribusikan selama bulan januari 2009
Jawab
Select sum(tgaji.gajipokok+tgaji.tunjanganstatus+tgaji.tunjanganjabatan-potongan-pph21-infaq) as Total_Gaji, sum(pph21) as total_pajak, sum(infaq) as Total_Infaq from tgaji
Where bulan = ‘01/2009’
19. Tampilkan data karyawan yang absennya kurang dari 20 hari di bulan januari 2009 dengan format Nip, Nama, jumlah_absen
Jawab

Select tkry.Nip, Nama, count(tabsen.nip) as Jumlah_absen from tkry, tabsen where tkry.nip=tabsen.nip group by tkry.nip,tkry.nama having count(tabsen.nip)<20
20. Tampilkan data karyawan yang tidak mengisi jam keluar selama bulan januari 2009 kurang dari 5
Jawab
Select tkry.Nip, Nama, count(tabsen.nip) as Jumlah_absen from tkry, tabsen where tkry.nip=tabsen.nip and tabsen.jamkeluar is null group by tkry.nip,tkry.nama

Dengan panduan tanya jawab diatas sudah hampir mewakili seluruh query yang ada pada program aplikasi penggajian karyawan serta absensinya, pekerjaan seorang DBA adalah menjawab pertanyaan yang diminta oleh user. Dalam prakteknya pertanyaan itu akan berkembang menjadi puluhan bahkan ratusan pertanyaan baru yang tidak terfikirkan sebelumnnya.

Koneksi Visual Basic - SQL Server

Koneksi database merupakan sesuatu yang fital dalam pemrograman karena tanpa adanya koneksi semua program tidak bisa berfungsi sehingga proses ini sangatlah penting sebelum melangkah ketahapan yang selanjutnya.
Pada materi ini akan dibahas bagaimana mengkoneksikan visual basic dengan SQL server dengan menggunakan adodc dengan pola modular.

Langkah 1 :

Siapkan form Vb sebagai berikut :
Klik kanan adodc1 pilih adodc properties untuk mendapatkan koneksi maka akan tampil sebagai berikut :
Kemudian Klik build untuk memilih database yang dikehendaki
Klik next untuk memilih server dan database
Setelah server name dipilih dan database dipilih serta telah ditest koneksinnya klik OK
Setelah didapat konekisinya maka file inilah yang dibutuhkan selanjutnya :
Provider=SQLOLEDB.1;Integrated Security=SSPI;Persist Security Info=False;Initial Catalog=dblat3;Data Source=ACER
Sebetulnya langkah langkah diatas tidak diperlukan jika anda bisa menghapal file diatas
Untuk mempermudah proses koneksi sebaiknya file koneksi diatas disimpan pada modul vb caranya :

Project -> Add Module
Pada module tersebut letakkan file :
Public DB As ADODB.Connection
Public RS As ADODB.Recordset
Public KONEKSI As String
Public SQL As String

Sub main()
KONEKSI = " Provider=SQLOLEDB.1;Integrated Security=SSPI;Persist Security Info=False;Initial Catalog=dblat3;Data Source=ACER
"
Set DB = New ADODB.Connection
DB.CursorLocation = adUseClient
DB.Open KONEKSI
Form1.Show
End Sub
Sub RECORD()
Set RS = New ADODB.Recordset
RS.CursorLocation = adUseClient
RS.Open SQL, DB, adOpenDynamic, adLockOptimistic
End Sub

Setelah file modul sudah dibuat maka adodc1 sudah tidak diperlukan lagi dan dihapus juga gpp


Script nya :
Private Sub Form_Load()
SQL = "select * from tmhs"
RECORD
Set DataGrid1.DataSource = RS
DataGrid1.Refresh
End Sub

Backup dan Recovery

Data dan database merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem informasi manajemen, disamping tentu saja aplikasi untuk sistem informasi harus tersedia, keduanya saling tergantung. Suatu aplikasi sistem informasi manajemen tidak ada gunanya jika tidak mempunyai data yang lengkap, demikian juga sebaliknya jika punya data tetapi tidak mempunyai aplikasi yang digunakan untuk mengelolanya sehingga tidak dapat dihasilkan suatu laporan, statistik atau pun informasi.

Backup Data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data dan aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar ataupun dari dalam sistem, yang disengaja atau pun tidak disengaja.

Proses backup data dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, jika dimisalkan pada sebuah perusahaan memiliki 1 database yang melayani 100 transaksi perhari bisa kita bayangkan berapa banyak data yang terkumpul dalam 1 bulan, dan jika terjadi kerusakan system maka data yang begitu banyak akan hilang atau akan menjadi pekerjaan input data baru yang membuang buang waktu, dengan adanya proses backup data kejadian tersebut bisa dihindari, misalnya secara rutin administrator database melakukan penyimpanan data setiap minggu sehingga jika pada minggu ketiga hari kedua terjadi crash system atau kerusakan system yang terjadi akibat gangguan system atau factor gangguan cuaca seperti gempa, banjir dan tanah longsor yang merusak data secara fisik. Maka data yang hilang hanya 2 hari, sehingga total data yang hilang adalah 200 transaksi, dari ilustrasi diatas kita bisa mengetahui betapa pentingnya proses backup data untuk daur hidup suatu system database.

Restore Data
Restore adalah proses mengembalikan backup ke dalam sistem. Restore dilakukan untuk mengembalikan keadaan sistem kembali pada keadaan semula, keadaan terakhir pada saat operasional, sebelum terjadi kerusakan sistem. Pada proses ini akan dilakukan pengembalian data baik struktur maupun isi dari database, secara teori proses ini adalah proses minimum pengembalian system tergantung dari waktu scheduling yang menjadi dasar proses backup, jika waktu scheduling dijadwalkan terlalu lama maka akan banyak data nya hilang.


Skenario kegagalan dan Resiko Backup
Kegagalan sebuah sistem bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor, salah satu faktor bencana alam yang tidak pernah diduga dan diperkirakan sehingga skenario kegagalan sistem harus diperhitungkan dengan pembangunan sistem backup harian dengan media backup yang disimpan ditempat berbeda.
Dengan menggunakan basis data web ini semuanya bisa dilakukan dengan mudah.
Metoda backup dan recovery
Proses backup data sangatlah penting bagi keamanan data agar bisa terjaga dengan baik terutama saat terjadi crash pada sistem basis data yang disebabkan oleh kerusahakan fisik hardware ataupun karena faktor alam.
Banyak sekali cara untuk melakukan backup data, berikut ini metoda yang bisa dlakukan saat akan melakukan backup data :
a) Backup Logika vs backup Physic
b) Backup online vs backup offline
c) Backup local vs backup remote
d) backup penuh vs backput bertambah sebagian
e) Point in time recovery
f) Backup scheduling, compression dan encryption
g) Table Maintenance


MySQL Backup dan Recovery
Lebih jauh berikut ini penjelasan tentang masing masing metoda backup :
1. Backup Logika vs backup Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang direpresentasikan dalam perintah SQL. Seperti CREATE DATABASE, CREATE TABLE dan INSERT DATA.
Backup fisik adalah mengambil datatabase dalam bentuk fisik, untuk database yang menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\
Pada folder tersebut terdapat file database, setiap table diciptakan dari 3 file yaitu .MYD, ,FRM dan .MYI, pada saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy folder yang didalamnya menyimpan data dari database yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh database dan tidak bisa terpilih, sangat berbeda dengan backup secara logika, data yang diambil bisa dipilih sesuai dengan yang diinginkan.
Berikut ini karakteristik backup secara logika :
• Backup dilakukan melalui server MySQL untuk mengambil struktur dan informasi data.
• Backup berjalan lebih lambat karena server harus mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam bentuk logika pada file backup.
• Output bisa lebih besar dari pada bentuk fisik, misalkan data yang disimpan 5 MB dalam bentuk file sql maka pada saat recovery akan terjadi kehabisan memori karena prosesnya akan menghabiskan banyak memori untuk mengembalikan dalam bentuk semula.
• Backup dan Restore dilakukan dengan mengabaikan mesin yang digunakan.
• Backup logika tidak melibatkan banyak file hanya satu file logika yang biasanya disimpan dalam file .SQL
• Data disimpan dalam bentuk logika yang merupakan bahasa DDL dan DML.
• Backup data dilakukan saat server sudah dijalankan.
• Program untuk backup digunakan mysqldump.exe yang memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file, seperti tsiswa.sql
• Untuk mengeluarkan data dalam bentuk file lain bisa digunakan perintah :
SELECT …..INTO OUTFILE

Berikut ini karakteristik backup fisik
• Backup terdiri dari salinan file dan database, ini adalah salinan dari semua bagian direktori MySQL, data dari table memori tidak disampan pada disk.
• Backup data secara fisik lebih cepat karena tidak melakukan memrosesan logika, hanya pengcopian secara fisik.
• Outputnya lebih sederhana dibandingkan backup logika.
• Sebagai tambahan dari database, backup dapat meliputi file manapun yang terdiri dari file MYi, MYD dan FRM.
2. Backup online vs backup offline
Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan sedangkan backup offline dilakukan saat server sedang dihentikan.
Metoda Backup Online mempunyai karakteristik :
• Lebih sedikit mengganggu klien lain karena dapat menggunakan mysql server tanpa harus menghentikan pekerjaan selama proses backup.

• Backup data hanya dilakukan pada data yang tidak sedang terlibat dalam transaksi.
Metoda Backup Offline mempunyai karakteristik :
• Mempengarui klien yang kurang baik sebab server tidak berjalan selama proses berlangsung.
• Backup lebih sederhana memeriksa prosedur sebab tidak ada kemungkinan gangguan campur tangan dari aktifitas klien.
3. Backup local vs backup remote
Suatu backup local dilakukan pada host yang sama pada server MySQL yang sedang running, sedangkan suatu backup remote diaktifkan dari suatu host yang berbeda.
• Mysqldump dapat menghubungkan ke server remote atau local. Karena output SQL (perintah create dan insert) local atau remote dapat diselesaikan dan degenerate dari client.
• Mysqlhotcopy melaksanakan hanya backup local, menghubungkan ke server untuk menguncinya untuk menghindari modifikasi data dan kemudian menyalin file ke local.
• Select ………into outfile dapat diaktifkan dari satu host remote dari client, tetapi field output diciptakan pada host server.
• Backup fisik secara khas diaktifkan pada server mysql sedemikian hingga server dapat diambil saat ofline, walaupun cara pengambilannya bisa dengan remote.

4. Snapshot Backup
Beberapa file system implementasi memungkinkan snapshot untuk diambil. Ini menyeddiakan salinan logika menyangkut file system pada titik yang telah ditentukan waktunya, tanpa keharusan untuk secara fisik mengcopy seluruh file system. MySQL sendiri tidak menghasilkan kemampuan untuk mengambil file system snapshot. Itu tersedia melalui aplikasi lain seperti veritas atau LVM.
5. Backup penuh vs Backup bertambah sebagian
Suatu backup penuh meliputi semua data yang diatur oleh suatu MySQL Server pada titik ditentukan pada waktunya. Suatu incremental backup terdiri dari perubahan pada data sesuai dengan log pada server.
6. Point in time recovery
Metoda lain menggunakan log binary untuk mencapai point in time recovery. Ini dilaksanakan dengan recovery yang pertama dari backup yang pertama dan merecovery seperti semula dan memodifikasi prosesnya sampai waktu yang kita tentukan.
7. Backup scheduling, compression dan encryption
Backup scheduling adalah suatu yang penting untuk otomatisasi prosedur backup. Proses ini bisa menghindari proses hacking yang dilakukan diinternet sehingga data selalu terjaga. Proses ini biasa diterapkan pada system online yang mengcover banyak data pada transaksi.
8. Table Maintenance
Integritas data dapat disepakati jika table mengalami corrupt. My SQL menyediakan program untuk memeriksa table dan perbaikan jika terdapat masalah yang ditemukan, program ini biasa diterapkan pada table MyIsam.


SQL Server Backup and Recovery
Konsep mengenai backup dan recovery telah diuraikan secara jelas diatas, SQL server memiliki dua buah sarana yang dirancang untuk menjalankan salinan backup dari database dan komponen komponennya. Sarana sarana ini sangat penting untuk kesinambungan operasi database apabila ada kegagalan pada perangkat keras, penghapusan tabel secara tidak sengaja atau bahkan kehilangan data pada server.
SQL server mengijinkan 2 jenis backup yaitu :
�� Backup Lengkap : merupakan gambaran lengkap dari database.
�� Backup diferensial : merupakan salinan perubahan yang dilakukan pada database semenjak proses backup terakhir dilakukan.

Dengan kedua metoda backup ini anda bisa membuat mekanisme backup yang aman untuk mengoptimalkan ruang dan waktu akses disk.
Sebagai contoh, kita bisa melakukan backup lengkap dipagi hari dan backup diferensial pada siang hari dan diakhir hari.

Membuat Backup dengan Enterprise Manager
Untuk melakukan backup dengan Enterprise Manager, klik kanan pada folder database yang akan dibackup untuk mengaktifkan menu shortcut.

Pilihlah All Task | Backup Database

Pilihlah database yang akan dibackup, kemudian pilihlah data yang akan dibackup, sebagian atau sebagian. Untuk menjawab pertanyaan ini jika anda baru pertama kali backup maka gunakan database complete tetapi jika membackup yang selanjutnya gunakan database differentian

Pilihlah tujuan file yang akan anda simpan, misalkan di C:\MSSQL7\Backup\namafile.
Jika disimpan pada tempat yang sama maka pastikan belum ada file tersebut. Setelah selesai tahapan backup maka simpanlah file yang telah anda backup.
Dalam file tersebut terdapat data, view, procedure dan trigger.

Merestore data pada SQL Server
Misalkan suatu saat server anda mengalami kerusakan parah akibat bencana alam atau disebabkan oleh hilangnya fisik dari server maka jika anda masih mempunyai backup dari darabase hal itu bukan merupakan hal yang susah, tinggal lakukan proses restorasi data semua akan dengan mudah teratasi.
Berikut ini langkah langkah restorasi data yang telah dibackup ke database yang baru misalkan database dbsaya.
Klik kanan database yang menjadi tujuan tempat restor data kemudian pilihlah All Task -> Restore Database
Pilih database tujuan anda jika masih tidak sesuai, kemudian pola restore pilihlah from device karena file kita berada ditempat lain atau di flashdisk
Pilihlah select devices maka akan tampil

Pilihlah Add untuk memilih source nya.

Pilihlah file yang akan anda restore.
Jika anda pernah membackup data tersebut sebelumnya pilihlah force untuk menimpa data yang lama.

Trigger SQL Server

Pendahuluan

Salah satu keistimewaan dari SQL Server adalah mekanisme kontrol yang bernama database Trigger. Trigger sama seperti sekumpulan perintah Transact-SQL yang secara otomatis dijalankan apabila ada perintah INSERT, DELETE, atau UPDATE yang dijalankan di dalam tabel.
Aplikasi utama dari trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses ke dalam database, seperti misalnya perintah perintah keamanan. Ini merupakan cara lain selain dengan menggunakan aplikasi kita juga bisa melakukan kontrol langsung dengan menggunakan trigger yang diletakkan pada tabel yang bersangkutan.
Perintah yang dapat dilakukan Trigger adalah :
�� Membuat isi dari kolom yang diambil dari kolom yang lain.
�� Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel.
�� Membuat log untuk mendaftarkan penggunaan tabel.
�� Meng-update tabel tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif.

Komponen dari Trigger
Trigger dibentuk dari dua bagian :
�� Perintah SQL untuk mengaktifkan trigger. Perintah INSERT, DELETE dan UPDATE bisa mengaktifkan trigger. Trigger yang sama bisa diaktifkan apabila ada lebih dari satu aksi yang terjadi. Dengan kata lain trigger bisa diaktifkan apabila ada perintah insert, delete atau update dijalankan.
�� Aksi yang dijalankan oleh trigger. Trigger menjalankan blok PL/SQL.

Batasan Trigger
Dibawah ini adalah batasan dan pertimbangan di dalam menggunakan trigger :
�� Trigger bisa menjalankan perintah yang terkandung di dalam badannya atau mengaktifkan prosedur dan trigger lain untuk menjalankan tugas tertentu.
�� Setiap perintah SET bisa ditentukan di dalam trigger. Perintah ini akan tetap aktif selama ekseksi.
�� Kita tidak bisa membuat trigger untuk view. Tetapi apabila view digunakan, trigger dari table dasar biasanya akan diaktifkan.
�� Perintah Truncate Table tidak bisa dihentikan oleh trigger.
�� Trigger tidak bisa menjalankan perintah Transact-SQL yang merupakan perintah DDL.

Membuat Trigger
Trigger bisa dibuat dengan 2 cara yaitu :
1. Menggunakan Query analizer
CREATE TRIGGER [TRIGGER NAME] ON [NAMA_TABEL]
FOR INSERT, UPDATE, DELETE
AS PERINTAH
Ket :
ON menunjukan tabel atau skema dimana trigger dibuat.
FOR harus diikuti oleh jenis perintah yang akan dijalankan.
AS memulai badan trigger dengan perintah yang akan dijalankan.

Berikut ini contoh pembuatan trigger semisalnya kita mempunyai tabel dengan nama tmhs dengan struktur sebagai berikut :


Gambar : Struktur Tabel TMhs

Buatlah tabel TMhs2 yang mempunyai struktur yang sama dengan TMhs.
Misalkan kita akan membuat trigger menampilkan tulisan saat program melakukan input
2. Menggunakan Enterprise Manager
Dengan menggunakan Enterprise manager pembuatan Trigger sangatlah mudah. Berikut ini cara membuat trigger menampilkan tulisan pada saat melakukan input :


Gambar : Menampilkan Trigger


Gambar : Menuliskan perintah Trigger

Tabel Inserted dan Deleted
Apabila tabel dijalankan SQL server akan membuat dua buah tabel sementara yang hanya muncul apabila trigger sedang dijalankan, tabel yang pertama adalah tabel inserted dan yang kedua adalah tabel deleted.
Apabila perintah INSERT atau UPDATE dijalankan, record yang dibuat atau diubah di copy ke dalam tabel inserted. Apabila perintah DELETE dijalankan, baris baris yang dihapus di copy ke dalam tabel deleted.

Contoh :

Gambar : Menampilkan data yang diedit

Membuat Replikasi Baris dengan Trigger
Dengan menggunakan tabel sementara dari trigger, kita bisa membuat sebuah mekanisme untuk melakukan replikasi cepat dari satu tabel ke tabel yang lainnya. Kita bisa menyisipkan, mengubah atau menghapus record pada tabel lain pada saat operasi sedang dilakukan pada tabel yang sedang aktif.
Berikut ini contoh membuat tiga buah trigger untuk replikasi atau menggandakan operasi dari tabel Tmhs ke dalam tabel Tmhs2.
Replikasi Insert
Nama trigger : insertrep
Create Trigger insertrep on tmhs
For insert
As
Insert into Tmhs2
Select * from inserted
Pada trigger ini, kita menggunakan Insert into dan select untuk mendapatkan field field dari tabel inserted
Replikasi Delete
Nama trigger : delrep
Create Trigger delrep on Tmhs
For Delete
As
Delete from tmhs2
Where tmhs2.nim in (select nim from deleted)
Kita menggunakan perintah Delete From dan Where untuk menyaring record yang akan dihapus dengan mencarinya pada tabel deleted, yang dalam hal ini hanya mengandung record yang baru saja dihapus
Replikasi Update
Nama trigger : uprep
Create Trigger uprep on Tmhs
For Update
As
Update Tmhs2
Set Nama=(Select Nama from Inserted),
Alamat=(Select Alamat from Inserted)
Where Tmhs2.nim in (Select nim from Inserted)
Trigger ini mereplikasi proses update yang telah dilakukan pada tmhs, didalamnya mengupdate colom nama dan alamat dari Tmhs2 dengan isi dari colom nama dan alamat dari tabel inserted. Klause Where juga digunakan untuk mengupdate record yang kodenya ditemukan pada tabel inserted saja.
Pada perintah replikasi update dan juga update biasa sangat dilarang untuk mengupdate primary key.

Tugas Sesi : Trigger SQL Server
Buatlah tabel barang dengan nama Tbarang1 dan Tbarang2 dengan struktur sebagai berikut :
1. Buatlah trigger insert dengan nama TrgInsertNIM untuk menampilkan tulisan ”Data Barang telah diinputkan”
2. Buatlah trigger update dengan nama TrgUpdateNIM untuk menampilkan tulisan ”Data Barang telah berhasil diubah”
3. Buatlah trigger delete dengan nama TrgDeleteNIM untuk menampilkan tulisan ”Data Barang telah berhasil dihapus”
4. Buatlah trigger untuk insert, update, delete dengan nama TrgGabunganNIM untuk menampilkan tulisan ”Data yang dioperasikan” kemudian dengan perintah inserted tampilkan data tersebut. Kemudian tampilkan semua data sesudah perintah query dijalankan.
5. Buatlah trigger untuk replikasi Insert dengan nama TrgRepinputNIM dari tabel Tbarang1 ke Tbarang2
6. Buatlah trigger untuk replikasi update dengan nama TrgRepeditNIM dari tabel Tbarang1 ke Tbarang2
7. Buatlah trigger untuk replikasi delete dengan nama TrgRephapusNIM dari tabel Tbarang1 ke Tbarang2
Ket : NIM adalah 2 huruf terakhir dari nim anda contoh jika nim anda 2008101035 maka NIM anda adalah 35 sehingga setiap nama trigger anda ditambahkan NIM tersebut.

Procedure SQL Server

Pendahuluan
Procedure pada dasarnya adalah sebuah program yang ditulis dalam bahasa Transact-SQL yang disimpan di dalam database SQL Server. Procedure dibentuk dari perintah, variabel serta alur logik yang terdapat pada SQL. Procedure bisa dijalankan secara manual ataupun dijalankan oleh program lain.
Jenis jenis Prosedur
Prosedur bisa dibagi bagi ke dalam prosedur lokal yang disimpan di dalam server lokal, atau prosedur remote yang disimpan didalam server yang lain. Prosedur juga bisa didefiniskan oleh user atau system procedures yang merupakan bagian dari server.
Komponen komponen prosedur :
�� Parameter
Prosedur bisa menyimpan 255 parameter dan sebuah kode hasil, parameter ini digunakan untuk komunikasi antara prosedur dan dunia luar, apabila kita menjalankan prosedur maka nilai akan dikirim dalam bentuk parameter.
�� Nama dan data tipe
Parameter harus memiliki nama yang eklusif dan diawali dengan simbol @. Kita juga diharuskan menyertakan tipe data
Contoh
Create procedure test1
@kode varchar(8),
@nilai int
Pada prosedur tersebut terdapat dua parameter yaitu kode dan nilai yang harus disertakan pada saat menjalankan prosedur.
�� Arah dari paremeter
Semua parameter yang dibuat dianggap sebagai parameter input, artinya mereka menerima data dari program yang menjalankan prosedur. Dengan menambahkan kata OUTPUT ke dalam definisi parameter, prosedure bisa mengembalikan nilai dari parameter ke dalam program yang memanggilnya.

Cara membuat prosedur dengan Enterprise manager :
Klik kanan Strore Procedure untuk menampilkan Shorcut
Tulislah perintah prosedure kemudian check Syntax

Kemudian klick ok maka prosedur telah dibuat.
Cara membuat prosedure dengan Query Analizer
Untuk menjalankan query analizer langkah langkahnya adalah :

1. Koneksikan dengan server

2. Pilih database yang akan digunakan

Jika kita lupa database yang digunakan maka perintah perintah SQL tidak akan menghasilkan hasil yang diinginkan.

3. Ketikkan perintah transact-SQL


Ketikkan perintah pembuatan procedure dan dieksekusi maka prosedur tersebut akan ada di Store Procedure

Prosedur yang dibuat oleh user dibagi menjadi dua yaitu :
�� Prosedur tanpa parameter
Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :


Contoh prosedur tanpa parameter
Contoh 1 :
Create procedure proc_Tampil_MHS
As
Select * from Tmhs
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_MHS
Contoh 2 :
Create procedure proc_Tampil_Matakuliah
As
Select * from TMk
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_Matakuliah


�� Prosedur dengan parameter
Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :

Contoh prosedur dengan parameter
Contoh 1 : Dengan nama field
Create procedure Proc_input_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Insert into TMhs(nim,nama,alamat) values(@nim,@nama,@alamat)
Cara menjalankan :
Exec proc_input_mhs ‘2000’,’dewi’,’kuningan’

Contoh 2 : Tanpa field
Create procedure Proc_input_Matakuliah
@kode varchar(3),
@namamk varchar(20),
@sks int
As
Insert into Tmk values(@kode,@namamk,@sks)
Cara menjalankan :
Exec Proc_input_matakuliah ‘M01’,’Perancangan Basis data’, 3

Procedure SQL Server + 20/12/2008 by Saluky www.etunas.com : Providing Best Service to Your Bussines 7 of 9
Contoh 3 : Edit data Mahasiswa
Create Procedure proc_edit_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Update tmhs set nama=@nama,alamat=@alamat where nim=@nim
Cara menjalankan :
Exec proc_edit_mhs ‘2001’,’Ayu’,’Cirebon’
Contoh 4 : Hapus data mahasiswa
Create Procedure proc_hapus_mhs
@nim varchar(10)
As
Delete from tmhs where nim=@nim
Cara Menjalankan :
Exec proc_hapus_mhs ‘2001’
Penggunaan prosedur ini sangat memudahkan programer dan DBA dalam mengembangkan dan menyederhanakan tugas tugas, juga prosedur ini dapat digunakan juga sebagai FAQ dari permintaan user.

View SQL Server

View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tetapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.
Penggunaan view sangat bermanfaat apabila kita ingin memfokuskan diri pada informasi tertentu yang terdapat dalam basis data. Bayangkan sebuah database perusahaan yang diakses beberapa user pada departemen berbeda. Informasi yang dibutuhkan oleh setiap departemen pastilah berbeda. Dengan menggunakan view dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saja, baik berasal dari satu tabel atau lebih dalam database tersebut.
View mengijinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View mengijinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu dan bahkan bisa diekspor ke aplikasi lain

Membuat View
View dapat dibuat dengan perintah Transact-SQL yaitu Create view atau dengan menggunakan program penyunting view yaitu enterprise manager.
Hal yang harus diingat pada saat membuat view :
1. View hanya bisa dibuat di dalam database yang sedang digunakan.
2. Anda tidak bisa menghubungkan trigger, aturan kedalam view.
3. View bisa menggunakan data dari view lain.
4. Kita tidak bisa membuat indeks untuk view.
5. Jika ada lebih dari satu kolom view yang memiliki nama yang sama, kolom tersebut harus diberi alias.
6. Kolom didalam view sama dengan kolom ditabel asal.

Untuk membuat view kita dapat meng klick kanan view

Setelah tampil menu view kita dapat menambahkan tabel yang kita butuhkan

Misalkan kita akan membuat view untuk menampilkan data mahasiswa maka kita hanya membutuhkan tabel TMhs

Misalkan kita akan menampilkan Nim dan nama Mahasiswa tersebut maka kita pilih dari tabel Tmhs nim dan nama

Untuk mengecek hasilnya klik tanda seru merah ! atau run maka akan terlihat nim dan nama mahasiswa.
Untuk menyimpan view bisa klik save dan beri nama view misalnya view_nim_nama
View bisa juga langsung dibuat pada console query dan cara ini kadang dianggap lebih mudah dibandingkan dengan visual.

Latihan View
Perhatikan Tabel relasi berikut :

1. Buatlah rekap data absensi
Jawab :
CREATE VIEW dbo.VIEW_Rekap_Absen
AS
SELECT tkry.nama, COUNT(tabsen.nip) AS jumlah_absen
FROM tkry, tabsen
WHERE tkry.nip = tabsen.nip
GROUP BY tkry.nama

Atau

Gambar diatas dibuat dengan menggunakan Enterprise manager

2. Buatlah rekap gaji
Jawab
CREATE VIEW dbo.VIEW_Rekap_Gaji
AS
SELECT Tkry.Nama,
(tgaji.gajipokok + tgaji.tunjanganstatus + tgaji.tunjanganjabatan -
potongan - pph21 - infaq) AS GAJI_Bersih
FROM tkry, tgaji
WHERE tkry.nip = tgaji.nip
Atau

Nah simple dan gampang banget kan membuat View, dengan view ini kita bisa memodifikasi informasi sesuai dengan keinginan kita misalkan kita akan menampilkan data rekap gaji bulan januari 2009 maka dengan query analizer kita tinggal beri perintah :

Select * from View_Rekap_Gaji where Bulan=’01/2009’

Dengan catatan didalam view nya sudah ada bulan, berikut ini modifikasi view yang telah diberi bulan


CREATE VIEW dbo.VIEW_Rekap_Gaji
AS
SELECT TKry.nama,
TGaji.gajipokok + TGaji.tunjanganstatus + TGaji.tunjanganjabatan
- TGaji.potongan - TGaji.pph21 - TGaji.infaq AS GAJI_Bersih,
TGaji.bulan
FROM TKry INNER JOIN
TGaji ON TKry.nip = TGaji.nip
Untuk lebih memudahkan query view, jangan gunakan mode otomatis jadi akan lebih mudah menggunakan query biasa.

Elemen elemen Basis data Relasional

Tabel
 Merupakan kumpulan informasi secara logis yang terkait dan diperlakukan sebagai unit
 Merupakan himpunan dari suatu objek yang memiliki karakteristik yang sama

Tabel Pelanggan

Baris (Record)
 Suatu baris adalah kejadian tunggal yang berisi data di dalam tabel
 Setiap baris diperlakukan sebagai unit tunggal
 Pada contoh tabel pelanggan setiap baris mempunyai informasi individu

Kolom (Field)
 Baris diorganisasikan sebagai sekumpulan kolom (atau Field-field).
 Semua baris di dalam tabel terdiri atas kumpulan kolom yang sama
 Setiap kolom mempunyai fungsi untuk memberikan informasi untuk menjelaskan fungsi dari tabel
 Setiap kolom yang dibuat harus pernah diisi sedikitnya 1 baris
Kunci Utama (Primary Key)
 Nilainya selalu unik
 Digunakan untuk menghapus, mengedit dan mencegah/menjaga baris baris duplikat

Karakteristik Primary Key
 Mandatory : harus menyimpan nilai non-null, jika kolom kiri kosong maka duplikasi baris bisa terjadi.
 Unique : hanya dimiliki oleh 1 baris
 Stable : tidak mungkin berubah (contoh NIM, NoKTP)
 Short : Memiliki sedikit karakter

Foreign Key
 Merupakan primary key yang diletakkan pada tabel lain
 Digunakan untuk relasi untuk mengakses data dari tabel yang lain

Hirarki Data

 Contoh Design Table pada MS. Acces


 Relasi Tabel